Wahana Guru Berbagi Informasi Pendidikan

Literasi Guru

Kemampuan guru dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi diri melalui kualitas pengetahuan dan ketrampilan secara terarah dan terukur - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Siswa

Serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kecapakan dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Informasi

Kemampuan untuk mengetahui kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi.

Literasi Nasional

Upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

Literasi Sekolah

Upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

March 28, 2020

Cek Nomor Regristasi Kepala Sekolah

Cek Nomor Regristasi Kepala Sekolah | Di awal rilis Aplikasi Dapodik Versi 2020, Operator Sekolah diminta untuk mengisikan data Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) ke dalam aplikasi dapodik.

Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) tersebut dimasukkan ke dalam form data isian kepala sekolah. Apabila Kepala Sekolah pernah mengikuti proses Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah (Diklat Cakep) dan dinyatakan lulus tentunya akan berhak memiliki sertifikat Diklat tersebut.

Diklat Calon Kepala Sekolah (Diklat Cakep) diselenggarakan oleh LPPKS atau Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di masing-masing provinsi atau kabupaten/kota.

Jika sebelumnya Kepala Sekolah memeriksa datanya melalui NUKS pada browser melalui tautan SIM NUKS, untuk saat ini layanan tersebut tidak bisa digunakan dan proses pengecekan SIM NUKS telah berganti nama menjadi SIM NRKS atau Sistem Informasi Manajemen Nomor Regristasi Kepala Sekolah.

LPPKS sendiri telah menyediakan laman situs berupa pengecekan data kepala sekolah bagi yang pernah mengikuti Diklat Cakep maupun yang sudah mengikuti diklat penguatan kepala sekolah.

Bagi Kepala Sekolah yang pernah mengikuti Diklat Cakep maupun yang sudah mengikuti diklat penguatan kepala sekolah dapat melihat datanya melalui Sistem Informasi Nomor Registrasi Kepala Sekolah yang beralamat di laman http://lppks.kemdikbud.go.id/sttpp#cari_sertif.

Cek Nomor Regristasi Kepala Sekolah

Bagi Bapak atau Ibu Kepala Sekolah yang sudah mengikuti diklat dan dinyatakan lulus serta ingin memeriksa datanya, apakah sudah terdata di SIM NRKS atau Sistem Informasi Manajemen Nomor Regristasi Kepala Sekolah, dapat mengikuti tahapan berikut:
  1. Klik atau buka tautan berikut.
    http://lppks.kemdikbud.go.id/sttpp#cari_sertif
  2. Tutup keterangan pada layar beranda.
    Sistem ini hanya untuk melihat Nomor Registrasi Kepala Sekolah tidak bisa digunakan untuk update data. Update data silahkan ke dapodik.
  3. Cari Berdasarkan NIP/NUPTK/NRKS.
    Silahkan masukkan dengan memilih salah satu.
  4. Cari Berdasarkan Nama
    Isikan Nama Lengkap tanpa gelar
  5. Pilih Berdasarkan Wilayah
    Cari Nama Provinsi sesuai tempat tugas.
  6. Tekan tombol: Cari Sekarang.
Hasil pencarian data akan menampilkan Nama, Unit Kerja, NRKS, Detail, dan Status. Untuk dapat mencetak data tersebut, klik pada bagian Detail. Simpan data pdf tersebut.
Share:

March 26, 2020

Karena Corona Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring, Maksimalkah?

Guru Literasi - Karena Corona Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring semenjak pemangku kebijakan mengeluarkan Surat Edaran dan memutuskan agar pelaksanaan kegiatan belajar di setiap satuan jenjang pendidikan tersebut dilakukan di rumah secara online atau dengan model dalam jaringan (daring).

Karena wabah Corona Virus Desiase atau Covid-19 semuanya aspek sekolah jenjang satuan pendidikan berubah 180 derajat, baik sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru, peserta didik, model pembelajaran, proses kerja guru hingga situasi sekolah.

Perubahan situasi terkait Corona Virus Desiase atau Covid-19 itu mulai muncul setelah pemerintah sendiri menerapkan kebijakan social distancing bagi warganya. Seluruh lembaga pemerintahan dan pihak terkait harus patuh terhadap imbauan Presiden Jokowi Widodo untuk meminimalisir aktivitas keluar rumah. Begitu juga dengan Mas Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Di lingkungan pendidikan sendiri, proses belajar mengajar mengikuti arahan berupa Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan demi mencegah makin banyaknya pasien Corona Virus Desiase atau Covid-19. Guru dan peserta didik, melakukan tanggung jawab dan kewajiban dari rumah masing-masing sebagaimana Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona.

Karena Corona Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring, Maksimalkah?

Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring. Nampak berbeda dengan sebelumnya, guru di tuntut untuk lebih berinovasi dengan atau terpaksa memberikan materi jarak jauh melalui berbagai macam grup yang dibuat. Cara membuat, menginformasikan, membuat materi, menyampaikan, dan memberikan tugas secara berkala kepada peserta didik di rumah.

Simak juga: Apa Yang Dapat Kita Sampaikan Ke Peserta Didik Tentang Covid 19

Hikmah Bagi Guru Belajar di Rumah Sistem Daring

Mungkin ini menjadi hikmah tersendiri ketika guru di tuntut memberikan materi pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) jarak jauh. Model apa yang dipakai, melalui apa materi tersebut disampaikan, dan bagaimana peserta didik menerima dan melaksanakan tugas yang diberikan.

Ketika momok menyalakan laptop yang dulunya takut namun sekarang dengan terpaksa guru dituntut untuk bisa. Bisa karena terpaksa. Menjadi tuntutan memang di saat ini, tetapi ini yang patut di implementasikan oleh guru agar mau berinovasi sesuai dengan zamannya.

Model, media, seakan tak nyata jika tidak di imbangi dengan paket data. Menjadi nominal lebih agar pengoprasian tersebut menjadi lancar.

Bertanya melalui internet, belajar melalui blog, bahkan hingga you tube, guru serasa terpaksa untuk membuka dan mempelajari hal-hal baru agar dapat tersampaikan kepada peserta didik di tengah mewabahnya Corona Virus Desiase atau Covid-19.

Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring

Bagi peserta didik yang memiliki Android, gawai, gedget atau apapun namanya, pasti dapat mengikuti apa yang disampaikan oleh guru ketika memberikan materi Daring (Dalam Jejaring).

Dengan cara ini orang tua tahu kemampuan putra-putri mereka sendiri ketika terlibat langsung dalam proses Daring yang disampaikan, mengetahui bagaimana perkembangan anak-anak mereka, apa saja yang mereka butuhkan dan apa saja yang dibutuhkan.

Serasa dirumah, orang tua lah yang menjadi guru dan guru yang menjadi orang tua ketika guru tinggal menerima hasil atas apa yang telah dikerjakan oleh peserta didik dan orang tua.

Bagi peserta didik yang orang tuanya memiliki Handphone, mungkin akan dimasukan ke group WhatsApp oleh masing-masing guru di tiap-tiap kelas, namun bagaimana dengan orang tua yang belum mampu memiliki sehingga peserta didik tidak mengikuti kegiatan daring yang dilakukan? Ini yang menjadi kendala dasar pelaksanaan daring.

Maksimalkah? Belajar di Rumah Sistem Daring

Bagi guru sendiri mungkin dapat maksimal, ketika memberikan materi dan tugas tugas yang dilaksanakan secara daring, apalagi dengan tunjangan profesi yang mereka terima yang bertujuan meningkatkan kompetensi.

Akan tetapi, guru juga butuh tatap muka secara langsung dengan peserta didik untuk mengetahui perkembangan masing-masing anak didiknya.

"Jika ada yang ditanyakan, lewat group WhatsApp saja".

Yang menjadi tak maksimal dengan pelaksanaan kegiatan dengan sistem daring adalah terdapat peserta didik ada yang tidak memiliki Handphone yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, mengingat faktor ekonomi masing-masing orang tua atau wali murid dari tiap-tiap peserta didik yang berbeda.

Peserta Didik Belajar di Rumah Sistem Daring Dapat Maksimal

Kegiatan pelaksanaan belajar di rumah dengan sistem dalam jejaring dapat maksimal apabila masing-masing peserta didik kesemuanya memiliki Handphone dan paket data, maka guru dapat membuat dan menyampaikan materi pembelajaran dan tugas apabila ada untuk diberikan di waktu-waktu tertentu dari tahap proses pelaksanaan daring tersebut.

"Membuat kesepakatan dengan peserta didik di dalam group"

Guru dapat menyampaikan dengan membuat kesepakatan, kapan kegiatan daring dapat dilaksanakan secara maksimal, pemberian materi lanjutan yang akan disampaikan dan kapan waktu pelaksanaan.

Proses pemberitahuan dan penyampaian informasi secara inten menjadikan pelaksanaan sistem dalam jaringan dapat dilakukan secara maksimal. Butuhnya pengawasan orang tua dan guru menjadi hal yang utama dalam pelaksanaan tersebut.
Share:

Kabar Terkini

Cek Nomor Regristasi Kepala Sekolah

Contact Form

Name

Email *

Message *

hosting indonesia