Wahana Guru Berbagi Informasi Pendidikan

Literasi Guru

Kemampuan guru dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi diri melalui kualitas pengetahuan dan ketrampilan secara terarah dan terukur - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Siswa

Serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kecapakan dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Informasi

Kemampuan untuk mengetahui kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi.

Literasi Nasional

Upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

Literasi Sekolah

Upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

May 20, 2019

7 Orang Pertama Masuk Islam

Pada masa itu, Nabi Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat yang terbelakang dan kehidupan disana senang dengan kekerasan, pertempuran dan menyembah berhala. Beliau sering menyendiri ke Gua Hira', sebuah gua bukit yang letaknya di dekat Mekkah, karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut akhirnya tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Jabal An Nur.

Di Gua Hira' inilah beliau sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan. Hingga pada suatu malam Nabi Muhammad sedang bertafakur di tempat tersebut lalu datanglah Malaikat Jibril dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Beliau diminta membaca oleh Jibril dan beliau menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Hingga akhirnya Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Nabi Muhammad membaca, namun jawaban Nabi Muhammad tetaplah sama.

Al Alaq: 1-5 adalah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Ketika itu Nabi Muhammad berusia 40 tahun dan dalam jangka waktu 23 tahun, wahyu-wahyu turun secara berangsur-angsur dan diturunkan menurut urutan yang diberikan oleh Nabi Muhammad dan dikumpulkan dalam sebuah kitab yang diberi nama Al-Mushaf atau juga disebut dengan Al-Quran yang berarti bacaan.

Dengan turunnya Surat Al-Muddatsir: 1-7. Nabi Muhammad melakukan dakwah secara siriyyah atau sembunyi-sembunyi selama kurun waktu 3 (tiga) tahun. Dakwah tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan bahkan budak.

7 Orang Pertama Masuk Islam

7 Orang Pertama Masuk Islam
Sebutan Al-Sabiqun Al-Awwalun atau As-Sabiqun Al-Awwalun adalah sebutan bagi orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk Islam. Al-Sabiqun atau As-Sabiqun mempunyai arti "Orang yang mendahului" dan Al-Awwalun artinya "Orang yang pertama". Berikut adalah 7 orang yang pertama masuk Islam.
  1. Khadijah Binti Khuwalid.
    Ialah istri dan orang pertama yang menyambut dakwah Nabi Muhammad dan menjadi muslimin pertama yang masuk Islam.
  2. Ali Bin Abi Thalib.
    Seorang laki-laki pertama yang juga merupkan saudara sepupu berusia 10 tahun yang menjadi muslim pertama.
  3. Abu Bakar.
    Abu Bakar adalah sahabat karib Nabi Muhammad sejak masa kanak-kanak. Lelaki kedua yang masuk Islam.
  4. Zaid Bin Haritsah.
    Seorang laki-laki bekas budak yang telah menjadi anak angkat.
  5. Utsman Bin Affan.
  6. Zubair
  7. Sa'ad Bin Abi Waqash
Selain sumber yang admin baca (wikipedia : Pemeluk Islam Pertama) admin juga menyimak informasi lainnya terkait Nama-nama Assbiqunal Awwalun (Golongan Pertama yang Masuk Islam).

Semoga, dengan adanya kajian ini dapat memberikan sedikit informasi kepada pembaca maupun Admin pribadi, dan sebagai umat Nabi Muhammad, kita semua mendapat syafaat dari Beliau. Aamiin.
Share:

May 18, 2019

58 Guru Lamongan | Lolos Pembatik Level 1

Sejumlah 58 guru di Kabupaten Lamongan yang mengikuti PembaTIK Level 1 tahun 2019 dinyatakan lolos dan masuk ke tahap selanjutnya. Tak hanya di Kabupaten Lamongan saja, kegiatan Pembatik (Pengembangan Bahan Ajar TIK) juga di ikuti oleh guru-guru di seluruh pelosok Wilayah Provinsi di Indonesia, dari mulai Provinsi Aceh hingga Provinsi Papua Barat.

58 Guru Lamongan | Lolos Pembatik Level 1
Entah berapa banyak peserta yang ikut kegiatan Pembatik di tahun ini. Di Jawa Timur saja jumlah total peserta yang ikut kegiatan ini sebanyak 3164, itupun belum terkurangi jumlah peserta yang tidak lolos ke tahap selanjutnya. Ini baru di wilayah Jawa Timur saja, entah berapa ratus atau ribu guru yang menjadi peserta di provinsi lain. Serasa seperti animo besar yang menjadi buah bibir terselubung bagi guru-guru utamanya, melihat jumlah peserta yang begitu banyak.

Sukses besar rasanya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Pustekom tahun ini yang merupakan salah satu panjang tangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggugah minat guru-guru di seluruh pelosok dalam meningkatkan motivasi belajar di tahun 2019.

Yang sebelumnya di awali dengan administrasi keikutsertaan dan dilanjutkan dengan penginformasian modul bahan ajar yang dibagikan sebelumnya melalui laman http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ menjadi media bahan belajar peserta yang akan mengikuti ujian dengan pelaksanaan secara online dengan tipe Daring (dalam jejaring).

Kegiatan Pembatik tak hanya di ikuti oleh guru-guru jenjang TK/PAUD tapi juga seluruh guru dari masing-masing jenjang baik itu SD, SMP, dan SMA. Antusias peserta pembatik di Kabupaten Lamongan sendiri cukup besar dari pada tahun sebelumnya, melihat dari jumlah yang dinyatakan lolos dan tidak lolos.

Untuk memantau peserta yang dinyatakan lolos dan tidak lolos, sudah ada Surat Pengumuman Kelulusan Program Pembatik Level 1 Tahun 2019. Bapak atau Ibu Guru peserta tinggal mengunjungi langsung ke laman http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ sedangkan untuk Peserta Pembatik Level 1 Kabupaten Lamongan dapat pula mengunduh berupa file PDF.

Peserta Pembatik Level 1 Kabupaten Lamongan juga dapat melihatnya lembar lampiran Surat Pengumuman Kelulusan berikut:

Admin Guru Literasi mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Pembatik Level 1 Kabupaten Lamongan Tahun 2019 yang sudah dinyatakan lulus dan lolos ujian, untuk tahap selanjutnya yakni Level 2 : Implementasi TIK.

Sekali lagi selamat bagi yang lulus dan bagi yang belum lulus, di tunggu saja kegiatan-kegiatan pustekom selanjutnya.

#PengumumanPembatik
#PengumumanPembatikLevel1
#58GuruLamonganLolosPembatikLevel1
#Pembatik2019
Share:

May 14, 2019

Mengapa Tuprof TW I 2019 Belum Cair. Simak Informasi Berikut

Keluh kesah guru penerima tunjangan profesi atau tuprof yang hingga bulan 5 di tahun 2019 untuk Tri Wulan I mengalami penundaan. Penundaan yang sampai hingga kini belum ada kabar pastinya kenapa.

Mengapa Tuprof TW I 2019 Belum Cair. Simak Informasi Berikut
Berkecamuk pikiran-pikiran negatif pun mulai bermunculan dengan tuprof atau tunjangan profesi di TW I yang tak kunjung melegakan. Bagaimana tidak, lhaa TPP saja sampai saat ini belum cair. Kata salah seorang guru penerima tuprof.

Permasalahan lain ketika Guru atau Operator sekolah melakukan pengecekan tunjangan melalui Cek Info GTK dan disana menyatakan Status Data 16, keterangan yang ada bahwa "SKTP belum dapat di terbitkan karena belum diusulkan operator tunjangan profesi dinas, silahkan hubungi dinasnya". 

Pernyataan di atas merupakan hasil laporan tunjangan dikdas atau LTD yang menyatakan jika masih 16 sampai saat ini yang belum mengalami perubahan bisa memperkeruh keadaan jika tak disikapi dengan bijak. Bertanya-tanya tentu pasti, iya. Guru penerima tuprof atau tunjangan profesi kepada Operator Sekolahnya.
  • Kok belum diusulkan yaa?
  • Mengapa Tuprof TW I 2019 belum cair,
  • Mengapa kok lama prosesnya.
  • Mengapa dan mengapa tanya guru kepada guru lainnya atau tanya guru kepada operator sekolahnya.
Jawaban apa kira-kira yang akan disampaikan oleh operator kepada guru-guru tersebut. Pastinya tidak jauh beda dengan jawaban dalam benak pikiran atas apa yang saya sampaikan ini :
  • yaa kurang tau, pokoknya di info gtk udah valid atau
  • sabar ajja dulu Pak/Bu, mungkin sebentar lagi cair.
Jawaban-jawaban diatas ini yang dapat saya perkirakan dari berbagai macam pertanyaan yang ada. Tapi untuk informasi jelas untuk memberikan jawaban yang pas, simak ulasannya.

Alasan mengapa Tuprof Belum Cair.

Mengingat tunjangan profesi (tuprof) ini adalah dana atau uang yang tak sedkit jumlahnya yang akan ditransfer ke rekening-rekekening Bapak/Ibu Guru penerima tuprof, jadinya yaa Admin Tunjangan pasti sedikit was dan dan khawatir.

Berdasarkan masalah yang ada, (Kok belum diusulkan yaa? Mengapa Tuprof TW I 2019 belum cair? Mengapa kok lama prosesnya?).

Admin mencoba menggali informasi terkait masalah Tuprof yang belum cair ini, sehingga nantinya dapat melegakan semua pihak. Salah satu Ops Simtun mengatakan jika keterkaitan ini ada masalah dengan Gaji Pokok yang naik 5% yang mulai Per Januari 2019, sehingga ...

Klik: Simak informasi berikut.
Share:

May 5, 2019

Diklat Wajib Yang Harus di Ikuti Oleh CPNS

Setelah resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, ada diklat wajib yang harus di ikuti oleh CPNS ini, yaitu : Diklat Prajabatan. Diklat Prajabatan adalah salah satu diklat yang wajib di ikuti sebagai syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan I, II atau III sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai golongan masing-masing.


Diklat Wajib Yang Harus di Ikuti Oleh CPNS
Diklat Prajabatan atau Pendidikan dan pelatihan prajabatan dilaksanakan oleh Pusdiklat Pengembangan SDM yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta yakni calon-calon pegawai negeri sipil yang sudah dilantik dan dikukuhkan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pemberian pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya organisasi sesuai dengan masing-masing bidang yang ditempuh agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.

Lamanya diklat wajib yang harus di ikuti oleh CPNS ini berbeda-beda tergantung jenjang golongan masing-masing tingkat. Biasanya untuk diklat golongan II ini dilaksanakan selama 10 hari efektif sedangkan untuk diklat golongan III dilaksanakan selama 14 hari waktu efektif.

Ada 2 (dua) tujuan khusus dalam pelaksanaan diklat wajib yang harus di ikuti oleh CPNS, yaitu : Tujuan Kurikuler Umum (TKU) dan Tujuan Kurikuler Khusus (TKK).

Tujuan Kurikuler Umum yang diharapkan selama mengikuti kegiatan adalah pesert diharap mampu melaksanakan tugas sebagai PNS golongan II atau golongan III nantinya. Sedangkan Tujuan Kurikuler Khusus yang diharapkan yaitu : (a) Peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi; (b) Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa; (c) Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat; (d) Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemeritahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.

Untuk materi yang akan disampaikan, ada 10 Materi selama pelaksanaan diklat wajib yang harus di ikuti oleh CPNS, antara lain :

  1. Dinamika Kelompok;
  2. Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Manajemen Kepegawaian Negara;
  4. Etika Organisasi Pemerintah;
  5. Pelayanan Prima;
  6. Budaya Kerja Organisasi Pemerintah;
  7. Manajemen Kerjasama Tim (Team Building);
  8. Komunikasi Yang Efektif;
  9. Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka NKRI;
  10. Program Ko Kurikuler (Olah raga, baris berbaris, tata cara upacara sipil, pengarahan program, ceramah umum/muatan teknis substantif lembaga, ceramah kesehatan mental/agama).

Dari 10 materi di atas hanya sebagai gambaran semata untuk calon peserta yang hendak mengikuti diklat wajib ini, bisa lebih atau bisa kurang dan semuanya tergantung dari panitia pelaksana diklat.

Setelah peserta mengikuti serangkaian kegiatan diklat prajabatan diatas, maka peserta akan menerima sertifikat diklat prajabatan. Sertifikat ini adalah bukti bahwa peserta sudah melaksanakan kegiatan tersebut dan sebagai salah satu syarat utama untuk dapat di lantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sekedar tips bagi peserta yang akan mengikuti pelaksanaan diklat wajib yang harus di ikuti oleh CPNS.
  1. Jaga Kesehatan.
  2. Disiplin.
  3. Hafalkan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia dan Mars Korpri.
Berikut bunyi Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia dan Mars Korpri

PANCA PRASETYA
KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

KAMI ANGGOTA KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA ADALAH INSAN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, BERJANJI:

SETIA DAN TAAT KEPADA NEGARA KESATUAN DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945;

MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN BANGSA DAN NEGARA,SERTA MEMEGANG TEGUH RAHASIA JABATAN DAN RAHASIA NEGARA;

MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MASYARAKAT DIATAS KEPENTINGAN PRIBADI DAN GOLONGAN;

MEMELIHARA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA KESETIAKAWANAN KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA ;

MENEGAKKAN KEJUJURAN, KEADILAN, DAN DISIPLIN SERTA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN PROFESIONALISME

MARS KORPRI

Satukan irama langkahmu
Bersatu tekad menuju ke depan
Berjuang bahu membahu
Memb’rikan tenaga tak segan

Membangun Negara yang jaya
Membina bangsa besar sejahtera
Memakai akal dan daya

Membimbing, membangun, mengemban
Berdasar Pancasila dan Undang-undang Dasar Empat Lima
Serta dipandukan oleh haluan Negara Kita maju terus

Di bawah Panji KORPRI, Kita mengabdi tanpa pamrih
Di dalam Naungan Tuhan yang Maha Kuasa

KORPRI Maju terus

Guru Literasi mengucapkan : "Selamat bagi calon pegawai negeri sipil yang sudah dikukuhkan, selamat bertugas dan berkarya membangun bangsa".(*)
Share:

May 3, 2019

Lamongan : Kegiatan Ramadhan, UKK, dan Libur Semester 2019

Kegiatan Ramadhan, UKK, dan Libur Semester merupakan kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing lembaga jenjang PAUD, SD, dan SMP. Di Bulan Suci Ramadhan Tahun 1440 Hijriyah, rencana pelaksanaan kegiatan tersebut sebagaimana yang telah di informasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh seluruh lembaga hingga dari mulai libur awal puasa hingga kegiatan hari pertama masuk sekolah di Tahun Pelajaran 2019/2020.

Sebagai bahan informasi yang disampaikan bahwa seluruh lembaga PAUD Negeri atau Swasta, SD Negeri atau Swasta, dan SMP Negeri atau Swasta yang Peserta Didiknya beragama Islam wajib melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat.

Kegiatan Pelaksanaan Pesantren Kilat diatur sebagaimana berikut:

  1. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada buku pedoman tahun sebelumnya.
  2. Membentuk kepanitianaan sesuai Pedoman dan Kebutuhan Sekolah masing-masing serta berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, Pengawas, Komite dan Guru Pendidikan Agama Islam.
  3. Bentuk atau pola dan biaya penyelenggaraan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing yag dikoordinasikan dengan Komite Sekolah dan Wali Murid dengan tidak memberatkan peserta didik.
  4. Peserta didik tidak perlu diberi piagam atau sertifikat.
  5. Kegiatan dilaksanakan secara khidmat, khusus dan bermakna.
  6. Pelaksanaan ibadah agar menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
Type Kegiatan Pelaksanaan Pesantren Kilat
A. Kegiatan Pelaksanaan Jenjang PAUD dan SD
  1. Type A
    Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dengan rincian kegiatan pelaksanaan 2 hari mulai pukul 08.00 samai dengan 12.00 dan 1 hari menginap di sekolah.
  2. Type B
    Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari di Sekolah.
  3. Type C
    Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB.
  4. Type D
    Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB.
  5. Type E
    Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB.
B. Kegiatan Pelaksanaan Jenjang SD dan SMP
  1. Type A
    Menginap selama 3 hari di Sekolah atau di Pondok Pesantren Tertentu.
  2. Type B
    Menginap selama 1 hari di Sekolah atau di Pondok Pesantren Tertentu.
  3. Type C
    Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 20.00 WIB.
  4. Type D
    Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB.
  5. Type E
    Kegiatan menyesuaikan dengan kebijakan sekolah.
  6. Type F
    Kegiatan dilaksanakan selama 1 atau 2 hari mulai pukul 07.00 sampai dengan 16.00 WIB.
  7. Type G
    Kegiatan dilaksanakan selama 1 atau 2 hari mulai pukul 07.00 sampai dengan 13.00 WIB.
Roadmap Kegiatan Puasa hingga Hari Pertama Masuk Sekolah
  1. Tanggal 4 sampai dengan 7 Mei 2019
    Libur Awal Puasa atau Libur Permulaan Puasa (LPP).
  2. Tanggal 8, 9, dan 10 Mei 2019
    Kegiatan Pesantren Kilat jenjang PAUD dan SD.
  3. Tanggal 8 sampai dengan 13 Mei 2019
    Kegiatan Pesantren Kilat jenjang SMP.
  4. Tanggal 20 sampai dengan 25 Mei 2019
    Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) atau Penilaian Akhir Sekol ah (PAS).
  5. Tanggal 27 sampai dengan 29 Mei 2019
    Hari Efektif Fakultatif.
  6. Tanggal 31 Mei 2019
    Libur Seputar Hari Raya Idul Fitri.
  7. Tanggal 22 Juni 2019
    Penerimaan Raport atau Kenaikan Kelas.
  8. Tanggal 24 Juni 2019 sampai dengan 13 Juli 2019
    Libur Semester Genap.
  9. Tanggal 15 Juli 2019
    Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Pelajaran 2019/2020.
Simak juga: Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD
Kegiatan Ramadhan, UKK, dan Libur Semester 2019 merupakan kegiatan yang di informasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan sebagai acuan lembaga dalam melaksanakan kegiatan seputar Ramadhan hingga pelaksanaan Kegiatan Hari Pertama Masuk Sekoah Tahun Pelajaran 2019/2020.
Share:

Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD

Dengan telah selesainya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang Sekolah Dasar, maka tinggal selangkah lagi kegiatan ini akan dianggap selesai. Selesainya serangkaian kegiatan pelaksanaan baik Ujian Praktik, Ujian Sekolah, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional ditandai dengan mulai dimasukkannya nilai-nilai dari semester 7 hingga semester 12, nilai praktik dan nilai 3 mata pelajaran yang telah di ujikan oleh guru kelas 6. 

Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD ini dianggap sebagai bentuk akhir guru kela 6 dari segenap kegiatan kelas 6 (enam) dan sebagai bentuk laporan yang akan di ajukan kepada pemangku kepentingan.

Sebagai bahan referensi bentuk pelaporan kegiatan USBN jenjang SD dan bagaimana cara menyusun laporan tersebut, maka referensi ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan Bapak atau Ibu Guru Kelas 6 dalam menyusun laporan kegiatan. Ubah sesuai dengan data lembaga Bapak atau Ibu Guru sekalian.

Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD
Cover atau Sampul Depan Laporan
Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD ini berisi mulai dari:
  1. Cover atau Sampul Depan
  2. Lembar Pengesahan Laporan.
  3. Kata Pengantar.
  4. Daftar Isi : Pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional).
    Yang memuat:
    a). Jadwal Ujian Sekolah Berstandar Nasional.
    b). Panitia Ujian Sekolah Berstandar Nasional.
    c). Anggaran Ujian Sekolah Berstandar Nasional.
    d). Rekapitulasi Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional.
  5. Penutup.
  6. Lampiran.
Untuk lampiran-lampiran yang ada pada Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD meliputi:
  1. SK Penunjukan Pengawas Ruang dan Susunan Panitia Pelaksana USBN
  2. Daftar Susunan Pengawas Ruang USBN.
  3. Susunan Panitia Penyelenggara USBN.
  4. Jadwal USBN SD.
  5. Data Nominatif Peserta USBN.
  6. Tata Tertib Peserta USBN.
  7. Tata Tertib Pengawas Ruang USBN.
  8. Daftar Pengawas USBN.
  9. Daftar Hadir Pengawas USBN.
  10. Daftar Hadir Peserta USBN.
  11. Denah Tempat Duduk Siswa.
  12. Berita Acara Kegiatan USBN.
  13. Pakta Integritas Pengawas USBN.
  14. Lampiran Photo Kegiatan USBN.
  15. Undangan Rapat Kelulusan Satuan Pendidikan.
  16. Daftar Hadir Rapat Kelulusan Satuan Pendidikan.
  17. Notulen Rapat Kelulusan Satuan Pendidikan.
  18. Berita Acara Rapat Kelulusan Satuan Pendidikan.
  19. SK Kelulusan dari Satuan Pendidikan.
  20. Undangan Pengumuman Kelulusan Peserta Didik.
  21. Daftar Hadir Pengumuman Kelulusan.
  22. Surat Keterangan Lulus Satuan Pendidikan.
  23. Laporan Kelulusan.
  24. Rekapitulasi Penilaian Peserta Didik Kelas 6.
  25. Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah (SKHUS).
Seperti yang Admin tuliskan dan yang Admin susun mulai dari Cover hingga akhir, jika ada kekurangan dalam bentuk laporan ini, silahkan Bapak atau Ibu dapat berkomenter melalui kolom yang sudah Admin sediakan, sehingga dapat memacu Admin untuk lebih baik dalam menyusun laporan.

Laporan kegiatan USBN jenjang SD ini adalah contoh dan referensi semata yang sudah Admin buat, tergantung bagaimana lembaga membuat serta menyusun laporan yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing lembaga jenjang satuan pendidikan Sekolah Dasar.

Simak atau Download Laporan Kegiatan USBN Jenjang SD yang sudah Admin ubah dalam bentuk rar, sehingga dapat memudahkan Bapak atau Ibu simpan.



Laporan kegiatan USBN jenjang SD ini mengacu pada Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0048/BSNP/XI/2018 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019.
Share:

May 2, 2019

Karanggeneng Ber-HARDIKNAS, BPMTPK Berbudaya

Pagi ini, serentak di seluruh pelosok dan penjuru negeri di wilayah Indonesia melaksanakan Upacara Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2019. Sebagaimana kita ketahui bersama, tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional.

Pelaksanaan kegiatan Upacara Hardiknas di tahun 2019 tak hanya di laksanakan di lingkup instansi pemerintahan tapi di sekolah-sekolah juga melaksanakan kegiatan Upacara Hardiknas ini. Sebagaimana tajuk tema Hardiknas tahun ini adalah "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan".

Karanggeneng Ber-HARDIKNAS, BPMTPK Berbudaya
Hardiknas, 2 Mei 2019
Kecamatan Karanggeneng

Seperti yang dilakukan oleh HIMPAUDI Karanggeneng dalam acara pembuka Pra Kegiatan Upacara dengan melakukan tarian yang terinspirasi dari Gerakan 1821 dan  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) makin menambah maraknya persiapan Upacara Hardiknas 2019. Tepat pukul 08.00 upacara Hari Pendidikan Nasional dimulai. Upacara yang di gelar di halaman Kecamatan Karanggeneng beserta seluruh Ka UPT beserta staf, Korwil Bidang Pendidikan beserta staf, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Kepala PPAI beserta Kepala Sekolah di bawah naungan, Kepala SMP beserta Guru, Kepala Sekolah Dasar beserta seuruh Guru, Muspika, dan Siswa-siswi Sekolah Dasar perwakilan lembaga yang ditunjuk.

Seragam yang dipakai, sesuai dengan isi surat undangan, seragam Korpri lengkap untuk Kepala UPT/Dinas/Staf dan Kepala Desa/Perangkat Desa, seragam PGRI untuk Kepala Sekolah SD/MI beserta guru, seragam pramuka untuk siswa atau siswi SMP dan seragam merah putih untuk jenjang SD.

Tak ayal, sedikit banyak siswa-siswi SD Negeri Karanggeneng yang lemas, namun dengan kesigapan TIM Kesehatan Puskesmas Karanggeneng semuanya bisa di atasi tanpa ada halangan.

Teriknya matahari menambah semangat upacara pagi ini, terlihat nampak jelas dengan hidmatnya seluruh peserta ketika Camat Karanggeneng selaku Pembina Upacara membacakan isi Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan secara runtut dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2019. Dari sini nampak jelas jika Karanggeneng Ber-Hardiknas.

Simak : Pidato Mendikbud : Hardiknas, 2 Mei 2019

Lantas bagaimana penyelenggaraan Upacara Hardiknas di tempat lain?

Sepintas, Admin melihat kegiatan Upacara Hardiknas yang diselenggarakan oleh BPMTPK (Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) di wilayah Jawa Timur yang bertempat di Sidoarjo melalui laman facebook-nya.

Karanggeneng Ber-HARDIKNAS, BPMTPK Berbudaya
Hardiknas, 2 Mei 2019
BPMTPK Sidoarjo
Terlihat nampak dan nampak begitu jelas, baju yang dipakai. Inilah pendidikan, inilah budaya. Meski kemajuan zaman yang semakin maju dan kompetitif di era 4.0, akan tetapi budaya tetap di bawa seiring dengan masanya.

Selaku Admin dan peserta upacara hari ini merasa iri dibuatnya, meski dengan majunya teknologi tetapi ranah pendidikan dari unsur perwujudan budaya tetap dibawa sebagai penghantar jika budaya dan adat istiadat di Indonesia ini sangat beragam.

Tak pelak, sepintas dalam dalam benak pikiran kita masing-masing melihat baju adat yang dipakai seperti gambar diatas mengarahkan pikiran kita ke tempat dan asal budaya itu berada. Inilah bentuk BPMPTK berbudaya dalam "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" seperti tajuk tema Hardiknas 2 Mei 2019.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, sebagai pendidik, mari kita bekali generasi-generasi yang tangguh yang tidak meninggalkan adab, adat dan budaya seiring kemajuan zaman dan mari kita bangun sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif di era Revolusi Industri 4.0.
Share:

May 1, 2019

Pidato Mendikbud : Hardiknas, 2 Mei 2019

Sebagai bahan dan isi amanat tentang Upacara Hari Pendidikan Nasional yang bertema "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan", merupakan Pidato Mendikbud yang akan di bacakan oleh Pembina Upacara di kegiatan besok.

Upacara serentak ini dalam rangka menguatkan pendidikan dalam rangka menerjemahkan kebijakan pemerintah di sektor pendidikan, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal sebagai upaya dalam memajukan pendidikan.

Perhatian khusus ini sebagai upaya Kemendikbud dalam memeratakan pendidikan pada pendidikan anak-anak di Indonesia yang berada di luar batas negara seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serawak bagian Malaysia dan umumnya pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini sektor pendidikan telah menemukan urgensinya di tengah-tengah pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia. Majunya era dan hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar. Hal ini dapat di lihat dari perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga secara langsung dapat mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku serta sikap dan karakter peserta didik. Majunya teknologi dan pesatnya kemajuan zaman harus di imbangi dengan penanaman karakter dan jati diri sejak dini kepada seluruh peserta didik sehingga dapat menjadikan pondasi jati diri bangsa di tengah perubahan global yang semakin cepat.


Dominasi generasi saat ini adalah Generasi Z, yaitu generasi yang berkembang setelah Generasi Y yang didefinisikan sebagai orang-orang yang lahir dalam rentang tahun kelahiran antara 1995 sampai dengan 2010. Generasi Z lahir di era digital dan pesatnya teknologi sehingga generasi ini lebih mudah dan cepat menyerap teknologi, tinggal bagaimana pendidik dan sekolah dapat memanfaatkan untuk menerapkan pendidikan berbasisi teknologi digital dengan sentuhan nilai budaya dan karakter melalui tri pusat pendidikan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.


Pidato Mendikbud : Hardiknas, 2 Mei 2019
Pidato Mendikbud : Hardiknas, 2 Mei 2019

Melalui Pidato Mendikbud dalam memperingati Hari Upacara Pendidikan tanggal 2 Mei 2019 yang bertajuk tema "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" merupakan cerminan dari pesan Ki Hajar Dewantara terkait hubungan pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas demi terwjudnya Indonesia yang berkemajuan.

Dengan disyahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan diharapkan tri pusat pendidikan dapat mengambil peran sebagai bentuk implementasi dalam meningkatkan ketahanan budaya serta teknologi yang semakin berkemajuan sehingga peran ketiganya dapat selaras di tengah peradaban yang semakin canggih.

Dalam Pidato Mendikbud, Mendikbud sendiri tidak menutup mata terkait keterbatasan proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di tanah air, kompleksitas pembangunan, masalah guru serta anggaran pendidikan. Mendikbud juga mencatat jika anggaran pendidikan yang sebanyak 63% dikelola oleh daerah. Peran daerah dalam memanfaatkan dana APBN yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20% baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi prioritas utama masing-masing daerah sehingga dibutuhkan peran pemerintah daerah serta segenap pemangku kepentingan untuk lebih aktif dan proaktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan.

"Marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif". Harapan besar dalam isi Pidato Mendikbud (Muhadjir Effendy) dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.(*)

Simak Pidato Mendikbud : Hardiknas, 2 Mei 2019
"Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan"


Share:

April 28, 2019

Serunya Masa Kecil di Desa

Bosan dan jenu. Siapa bilang hidup di desa itu menjemukan, mungkin sebagian dari kita berfikiran kegiatan yang dilakukan hanya itu-itu saja, padahal banyak kegiatan dan aktivitas yang menjadikan kenangan dan memori indah ada di masa kecil kita semua. Bermain tanpa beban tanpa memikirkan besok hari akan bagaimana dan seperti apa. Cukup belajar, mengaji dan bermain merupakan kegiatan yang sehari-hari dilakukan.

Sepak bola bersama, mancing dan bermain layang-layang merupakan sebagian dari kegiatan keseharian yang biasa dilakukan, apalagi kegiatan saat hujan tiba, prosotan lumpurpun jadi bahan permainan. Cukup tanah yang lapang, air yang bersih bisa menjadi wahana tersendiri untuk bermain.

Serunya Masa Kecil di Desa
Photo oleh: Muhammad Mundir, Guru SD Negeri Suka Makmur
27 April 2019

Yaa ... itulah serunya masa kecil di desa dan masih banyak yang lainnya. Seperti yang sedang dilakukan oleh anak-anak SD Negeri Suka Makmur.

Masa kecil bagi sebagian anak yang hidup di desa pastinya belum banyak tercemar dengan wifi dan gawai yang biasanya dipegang oleh anak-anak seusianya. Yang dilakukan setiap hari hanya belajar, pergi ke sekolah, mengaji, dan bermain setelahnya. Rasa cemas pasti akan timbul ketika anak-anak mereka belum pulang ketika senja sudah memerah.

Bagi kita yang memasuki masa usia 30 atau 40 tahun pasti akan dibuat iri melihatnya. Seperti ingin kembali ke masa lalu dan tak bisa dipungkiri ketika kita sedang bermain bersama anak-anak kita, kita juga akan sedikit banyak menceriterakan masa lalu dari sebagian masa kecil ke mereka. Ayah dulu bla bla bla atau Ibu dulu waktu masih kecil bla bla bla.

Sebagian orang yang hidup di desa merantau ke kota dengan tujuan merubah nasib untuk berdagang, bekerja, dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa mengurangi waktu luang untuk bermain dengan buah hati mereka. Berangkat pagi dan pulang ketika sore atau berangkat sore pulang pagi. Ada pula anak di desa dan orang tua merantau, hal ini juga dikarenakan keingin orang tua atas anak-anak mereka mengenyam pendidikan di desa.

Kita yang hidup di desa juga patut bersyukur, karena anak-anak kita masih bisa menikmati masa kecil mereka dan bagi sebagian orang tua yang ada di kota juga harus berpandai-pandai memanfaatkan waktu luang untuk bersama anak-anak mereka.

Sedikit waktu luang akan menjadi pengingat mereka seiring usia yang terus berjalan.
Share:

April 27, 2019

Apa itu Mutasi Pegawai? dan Bagaimana Tata Cara Pelaksanaannya

Mutasi pegawai khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah perpindahan tugas dan atau lokasi dalam 1 (satu) Instansi Pusat, antar-Instansi Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah, antar-Instansi Daerah, antar-Instansi Pusat dan Instansi Daerah, dan ke perwakilan Negara Indonesia di luar negeri serta atas permintaan sendiri.

Apa itu Mutasi Pegawai? dan Bagaimana Tata Cara Pelaksanaannya
Secara terinci dan sesuai Peraturan Badan Kepegawaian Negara terkait Tata Cara Pelaksanaan Mutasi (Unduh: Perka BKN No. 5 Tahun 2019), bahwa mutasi atau perpindahan pegawai dapat dilakukan:
  1. Antar satu Instansi Pusat atau Instansi Daerah.
  2. Antar kabuapaten atau kota dalam satu provinsi.
  3. Antar kabupaten atau kota antar provinsi atau kepindahan antar provinsi.
  4. Antar provinsi/kabupaten/kota ke Instansi Pusat atau sebaliknya.
  5. Antar Instansi Pusat.
  6. Mutasi ke perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Luar Negeri.
Proses perpindahan mutasi di atas paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun, dimana status mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan dan pola karier dengan memperhatikan kebutuhan dan proses mutasi ini dilakukan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan.

Selain perpindahan mutasi karena tugas dan atau lokasi, proses perpindahan mutasi pegawai negeri tersebut dapat mengajukan kepindahan tugas dan atau lokasi atas permintaan sendiri sesuai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam peraturan.

Syarat Pengajuan Mutasi
Secara umum, syarat pengajuan mutasi pegawai negeri sipil terbaru (per tanggal 5 April 2019) sudah diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara, persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan mutasi antara lain:
  1. Berstatus PNS.
  2. Analisis jabatan dan analisis beban kerja terhadap jabatan PNS yang akan mutasi.
  3. Surat permohonan mutasi dari PNS yang bersangkutan.
  4. Surat usul mutasi dari PPK instansi penerima dengan menyebutkan jabatan yang akan diduduki.
  5. Surat persetujuan mutasi dari PPK instansi asal dengan menyebutkan jabatan yang akan diduduki.
  6. Surat pernyataan dari instansi asal bahwa PNS yang bersangkutan tidak sedang dalam proses atau menjalani hukuman disiplin dan atau proses peradilan yang dibuat oleh PPK atau pejabat lain yang menangani kepegawaian paling rendah menduduki JPT Pratama.
  7. Salinan fotokopi sah keputusan dalam pangkat dan atau jabatan terakhir.
  8. Salinan fotokopi sah penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.
  9. Surat pernyataan tidak sedang menjalani tugas belajar atau ikatan dinas yang dibuat oleh PPK atau pejabat lain yang menangani kepegawaian paling rendah menduduki JPT Pratama; dan atau surat keterangan bebas temuan yang diterbitkan Inspektorat dimana PNS tersebut berasal.
  10. Analisis jabatan dan analisis beban kerja terhadap jabatan PNS yang akan mutasi.
Secara ringkas untuk proses mutasi dalam lingkup kabupaten atau kota diatas dapat disimpulkan berkas apa saja yang hendak diajukan dan pendukung lainnya.
  • Surat Permohonan Mutasi.
  • Surat siap menerima dari lembaga yang hendak dituju.
  • Surat siap melepas dari lembaga asal.
  • Surat pernyataan dari lembaga asal terkait pegawai tersebut tidak sedang dalam proses atau menjalani hukuman disiplin dan atau proses peradilan.

    Berkas pendukungnya antara lain:
  • Fotokopi SK pangkat terakhir.
  • Foto kopi SKP.
  • Surat pernyataan tidak sedang menjalani tugas belajar.
  • Analisis jabatan dan analisis beban kerja dari kedua lembaga.
    (Berkas analisis ini umumnya seperti bezzeting terkait data kebutuhan guru dari lembaga yang dituju dan data guru dari lembaga asal).
Mutasi Atas Permintaan Sendiri
Bagi pegawai negeri sipil yang ingin mengajukan mutasi atas permintaan sendiri dapat diberikan dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. Memperhatikan pola karier PNS yang bersangkutan;
  2. Tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku;
  3. Tidak bertentangan dengan peraturan internal instansi; dan
  4. Tidak sedang dalam proses atau menjalani hukuman disiplin dan atau proses peradilan yang di tandatangani oleh unit kerja yang menangani kepegawaian.
Untuk informasi lebih lanjut terkait aturan tentang tata cara pelaksanaan mutasi dapat diunduh diatas.
Share:

April 25, 2019

Lomba Video Blog (VLOG) dari Kemendikbud Untuk Gerakan Literasi Keluarga

Pemenang lomba vlog akan mendapatkan plakat, seritifikat serta uang tunai dengan total hadiah sebesar Rp. 52.000.000,- dengan rincian sebagai berikut:
  • Pemenang I : Rp 10.000.000,-
  • Pemenang II : Rp 8.000.000,-
  • Pemenang III : Rp 6.000.000,-
  • Pemenang Harapan : 7 orang @Rp4.000.000,-


Tentang Lomba Vlog Pendidikan Keluarga Tahun 2019

Lomba Video Blog (VLOG) dari Kemendikbud Untuk Gerakan Literasi Keluarga
Lomba video blog (vlog) atau Lomba Vlog Pendidikan Keluarga Tahun 2019 yang bertema “Kreativitas Literasi Keluarga di Era Melenial” merupakan salah satu strategi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga untuk memublikasikan dan mensosialisasikan tentang Gerakan Literasi Keluarga sesuai dengan tujuan Gerakan Literasi Nasional. Gerakan literasi keluarga dilaksanakan dalam bentuk penyediaan bahan bacaan keluarga, penguatan pemahaman tentang pentingnya literasi bagi keluarga, dan pelaksanaan kegiatan literasi bersama keluarga. Semua anggota keluarga bisa saling memberikan teladan dalam melakukan literasi di dalam keluarga dengan berbagai macam variasi kegiatan untuk mengembangkan budaya Literasi.

Budaya literasi keluarga yang tertanam dalam diri anak sejak dini mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Praktik baik literasi yang telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan literasi anak yang berdampak mendukung pendidikan anak diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi di Indonesia. Dengan tumbuhnya budaya literasi maka masyarakat akan lebih cerdas dalam mengolah informasi yang dapat.

Vlog sendiri adalah sebuah video yang mempunyai tema tertentu yang dikemas dalam konsep dokumentasi jurnalistik dan dimuat dalam sebuah website. Biasanya video vlog berisi tentang ketertarikan, opini maupun pikiran, hampir mirip dengan tayangan televisi, walaupun dalam proses pembuatannya tidak serumit pembuatan tayangan televisi. Istilah vlog sendiri merupakan singakatan dari video blog.


Baca informasi terkait:


Proses Seleksi Peserta

Untuk mengikuti Vlog Pendidikan Keluarga Tahun 2019, peserta harus melakukan registrasi melalui laman resmi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) pada kanal Lomba Pendidikan Keluarga sejak tanggal 15 April s.d 30 September 2019. Setelah itu Vlog diunggah di youtube pada periode 15 April s.d 30 September 2019 dan nominasi pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober 2019 dan dapat dilihat melalui laman resmi Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/). Hadiah akan diberikan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga pada bulan November 2019.


Baca juga:

Persyaratan dan Ketentuan Lomba

Berikut beberapa ketentuan lomba yang dapat di simak untuk dijadikan arahan dalam mengikuti lomba:
  1. Lomba Vlog dapat diikuti oleh masyarakat umum.
  2. Peserta lomba bisa perorangan atau tim.
  3. Peserta boleh mengirimkan 1 (satu) karya video.
  4. Durasi Vlog maksimal 5 menit.
  5. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba harus relevan dengan tema.
  6. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba bersifat aktual, bernilai, inovatif, kekinian, tidak mengandung unsur SARA dan pornografi serta merupakan karya asli yang bukan plagiat.
  7. Vlog yang diikutsertakan dalam lomba tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  8. Video bersifat orisinal, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Apabila vlog menggunakan karya musik yang ada hak ciptanya, peserta harus melampirkan izin dari pemilik hak tersebut)
  9. Peserta mengunggah karya melalui Youtube dengan judul (#literasikeluarga-Judul vlog) dan mencantumkan link chanel youtube Sahabat Keluarga (Sahabat Keluarga) dan link laman Sahabat Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) di deskripsi video.
  10. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berhak menggunakan seluruh karya video yang diikutkan pada lomba sebagai bahan sosialisasi pendidikan keluarga.
  11. Peserta tidak dipungut biaya dalam mengikuti lomba ini.
  12. Peserta yang mengikuti perlombaan ini dianggap setuju dengan semua syarat dan ketentuan. Apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan di atas, maka dewan juri berhak melakukan diskualifikasi.
  13. Kemendikbud dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga dan konsekuensi hukum atas vlog yang dikirimkan peserta.
  14. Keputusan Dewan Juri bersifat mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
  15. Lomba tidak dapat diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemendikbud. 
Untuk lebih jelas terkait Lomba Video Blog (VLOG) dari Kemendikbud Untuk Gerakan Literasi Keluarga, peserta dapat mengunduh panduannya. Semoga Lomba Vlog Pendidikan Keluarga Tahun 2019 berjalan lancar dan mencapai hasil yang memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

Klik: Unduh panduan.
Share:

Lomba Blog Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud Tahun 2019

Perkembangan teknologi memberikan tantangan tersendiri dalam pendidikan anak khususnya lingkup keluarga. Keterlibatan keluarga dalam pendidikan sangat penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Program Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat salah satunya adalah memperluas informasi dan edukasi tentang pelibatan keluarga dalam menghadapi tantangan pendidikan anak pada masa kini. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan lomba penulisan blog yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Lomba Blog Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud Tahun 2019

Tajuk tema Kegiatan Lomba Penulisan Blog Tahun 2019 adalah “Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Menumbuhkan Budaya Literasi”. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berkarya melalui tulisan dan menyebarluaskan informasi dan edukasi tentang pelibatan keluarga dan masyarakat. Sehingga berikutnya akan tercipta suasana yang dapat meningkatkan budaya literasi dalam pendidikan anak pada masa kini.

Tak tanggung-tanggung Pemenang lomba penulisan blog tahun 2019 akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan berupa trophy, seritifikat serta uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp. 46.000.000,-. Adapun rincian penghargaan bagi pemenang ditentukan sebagai berikut: Pemenang I mendapat Rp. 7.000.000,- untuk Pemenang II mendapat Rp. 6.000.000,- dan Pemenang III mendapat Rp. 5.000.000,- sedangkan untuk Pemenang Harapan untuk 7 orang mendapat @Rp. 4.000.000,-

Baca informasi terkait:

Bentuk Lomba Blog Pendidikan Keluarga
Lomba Blog Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud Tahun 2019 ini berbentuk penulisan naskah blog berbentuk opini, pemikiran, atau pengalaman sesuai dengan tema lomba. Peserta lomba penulisan naskah blog ini dapat diikuti oleh masyarakat luas tingkat nasional diikuti dari 34 provinsi di Indonesia.

Persyaratan Peserta Lomba Blog Pendidikan Keluarga
Persyaratan peserta pemilihan lomba penulisan blog pendidikan keluarga tingkat nasional terdiri dari persyaratan administratif peserta dan persyaratan penulisan blog.
1. Persyaratan administratif peserta
Sebagai berikut:
  1. Diikuti masyarakat umum.
  2. Hanya boleh mengirimkan 1 (satu) naskah blog.
  3. Peserta tidak dipungut biaya.
  4. Bukan pegawai Kemendikbud.
  5. Memiliki profil blogger yang jelas dan lengkap, bukan anonim.
  6. Peserta memposting tulisan sejak tanggal 15 April 2019.
  7. Blog peserta telah aktif minimal sejak tanggal 15 April 2018 yang ditandai dengan adanya berbagai tulisan sebagai bukti aktivitas penulisan secara aktif.

2. Persyaratan Penulisan Naskah Blog
Sebagai berikut:
  1. Relevan dengan tema.
  2. Bersifat aktual, kreatif, inovatif, kekinian.
  3. Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  4. Karya asli yang bukan hasil plagiat.
  5. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  6. Belum pernah dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  7. Mencantumkan tanda tagar (hashtag) #SahabatKeluarga dan #LiterasiKeluarga.

Tahapan Calon Peserta Lomba Blog Pendidikan Keluarga
  1. Untuk mengikuti Lomba Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2019, peserta harus melakukan registrasi melalui laman resmi Pembinaan Pendidikan Keluarga (https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) pada kanal Lomba Pendidikan Keluarga sejak tanggal 15 April s.d 30 September 2019
  2. Tulisan sudah di publikasikan di blog milik sendiri selama 15 April s.d 30 September 2019
  3. Nominasi pemenang akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober 2019 dan dapat dilihat melalui laman resmi Pembinaan Pendidikan Keluarga (https:// sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/)
  4. Hadiah akan diberikan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga pada bulan November 2019.
Aspek Penilaian Lomba Blog Pendidikan Keluarga
Karya penulisan blog ini dinilai dengan memperhatikan aspek berikut.
  1. Tema
  2. Nilai Pendidikan
  3. Penyajian
  4. Bahasa
  5. Manfaat
  6. Orisinalitas

Simak juga:

Untuk informasi lebih lanjut, unduh panduan Lomba Blog Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud Tahun 2019.
Share:

Kabar Terkini

7 Orang Pertama Masuk Islam

Contact Form

Name

Email *

Message *

hosting indonesia