Wahana Guru Berbagi Informasi Pendidikan

Literasi Guru

Kemampuan guru dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi diri melalui kualitas pengetahuan dan ketrampilan secara terarah dan terukur - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Siswa

Serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kecapakan dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan - diyanshodik.blogspot.com

Literasi Informasi

Kemampuan untuk mengetahui kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi.

Literasi Nasional

Upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

Literasi Sekolah

Upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

March 24, 2019

Tahun ini Lembaga Sampean Dapat Berapa Piala?

Terdengar sayup-sayup percakapan antara 2 (dua) orang Kepala Sekolah di sebuah teras salah satu sekolah jenjang Pendidikan Dasar sebelum mengikuti kegiatan rapat rutin 3 (bulan) an. Sambil bercanda ku mendengar, celetuk salah seorang Kepala Sekolah berkata:

KSD A: "Tahun Ini Lembaga Sampean Dapat Berapa Piala".
KSD B: Gak banyak kok Pak, cuman 1, syukur Alhamdulillah masih mengangkat piala anak didik di lembaga saya. Klo sampean bagaimana?
KSD A: Alhamdulillah pula, ada 3 yang kami raih tahun ini.

Menyimak sedikit obrolan diatas, terkadang miris dibalik obrolan dan pertanyaan yang bersahutan menyelimuti. Berbagai permasalahan kadang tentu sudah menjadi gambaran entah itu jumlah murid yang ada, segi pembiayaan, guru yang kurang dan masih banyak lagi yang menjadi akar sebuah prestasi untuk dapat diraih.


Tahun ini Lembaga Sampean Dapat Berapa Piala?

Pada jenjang pendidikan dasar, sudah tentu banyak sekali berbagai macam lomba yang secara terjadwal maupun tidak, ada O2SN, OSN, Sispres, Sab'ah Lomba, Gerak Jalan tingkat sekolah dasar, Perkemahan dan masih banyak yang lainnya, dari segi lomba yang terjadwal di atas ada juga lomba yang sifatnya tidak terjadwal yang diadakan oleh sekolah baik itu di jenjang menengah pertama dalam mengenalkan lembaganya untuk meraih minat sebelum memulai penerimaan peserta didik baru, dies natalis, lomba sepak bola mini, yel yel pramuka, dan masih banyak pula yang lainnya demi meraih minat siswa untuk masuk.
Baca juga:
6 Trik Membedakan Berita Hoaks dan Fakta
Tak ayal, penilaian masyarakat pun juga ikut andil, meski tidak nyata namun menjadi bahan yang bisa dikata umum, kemana nantinya jika anaknya lulus setelah ini pada jenjang sekolah dasar.

Ditunjang prestasi dengan berbagai macam segudang kegiatan dan piala yang diraih ketika banner ppdb terpampang besar-besar di depan sekolah menjadi nilai plus tersendiri bagi sebuah lembaga untuk memancing minat siswa secara pribadi atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Lantas, bagaimana dengan sekolah yang dalam tanda kutip kurang bergairah demi sebuah prestasi.
Baca juga:
NgeBlog bersama Komunitas Ngopi - Bagian 1
Sebagaimana diatas yang sudah dituliskan, kemungkinan banyak faktor yang mendasari. Tinggal bagaimana Kepala Sekolah, guru, dan Komite Sekolah mampu bersinergi untuk memajukan sebuah lembaga.
Baca juga:
Istikhoroh Sang Guru Menjelang Pemilu
Jika prestasi menjadi gambaran utama untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang sekolah yang meraup banyak prestasi alangkah baiknya jika berimbang dengan pendidikan akhlak yang baik.
Share:

March 15, 2019

Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Tentang Buku Siswa Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I

Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1 merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas siswa yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan contoh kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran dimana pada buku siswa ini juga dilengkapi dengan penjelasan yang lebih terperinci tentang isi dan penggunaan sebagaimana dituangkan dalam Buku Guru.

Pengembangan Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku Guru atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.

Isi Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1 terdiri dari empat tema. Setiap tema terdiri dari empat subtema. Setiap subtema diuraikan ke dalam enam pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk satu hari. Penjelasan lebih rinci tentang aktivitas pembelajaran dituangkan pada Buku Guru.

Baca juga:

Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Tema-tema yang ada memfasilitasi pengalaman dan kegiatan belajar peserta didik yang bermakna yang diterjemahkan melalui subjudul berdasarkan pendekatan saintifik seperti:
  1. Mengamati: Ayo mengamati, Ayo membaca
  2. Mencoba: Ayo mencoba, Ayo berlatih, Ayo berkreasi, Ayo bernyanyi, Ayo menari, Ayo bermain peran
  3. Menalar: Ayo berdiskusi
  4. Mengomunikasikan: Ayo bercerita, Ayo menulis.

Basis Kegiatan Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1 ini berbasis kegiatan (activity based) sehingga memungkinkan bagi siswa dan guru untuk melengkapi dan memperkaya materi dari berbagai sumber dan buku ini bersifat (self contained), sehingga dapat digunakan oleh siswa secara mandiri di rumah.

Di setiap akhir kegiatan pembelajaran, tersedia kolom untuk orang tua dengan subjudul “Kegiatan Bersama Orang Tua”. Kolom ini berisi aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah, sehingga orang tua diharapkan dapat terlibat aktif dalam proses belajar siswa sesuai pengalaman yang dimilikinya ketika bersama orang tua, dan pada setiap akhir subtema terdapat lembar refleksi diri dengan ikon Sekarang Aku Bisa”. Pada lembar sekarang aku bisa ini merupakan penilaian pada diri sendiri yang bertujuan membantu siswa dan guru mengetahui apa yang telah dicapai dan apa yang harus ditingkatkan.

Download Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1

Terdapat empat tema yang ada pada Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1 dan setiap masing-masing tema terdiri dari empat subtema yang meliputi:
  1. Tema 1 Diriku.
  2. Tema 2 Kegemaranku.
  3. Tema 3 Kegiatanku.
  4. Tema 4 Kegemaranku.
Tema-tema yang ada pada Buku Siswa K13 Kelas 1 Semester 1 dapat di unduh pada tautan berikut:
  1. Unduh: Tema 1 Diriku.
  2. Unduh: Tema 2 Kegemaranku.
  3. Unduh: Tema 3 Kegiatanku.
  4. Unduh: Tema 4 Kegemaranku.
Share:

Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019

Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019

Salam Guru Literasi. Pada kesempatan kali ini Admin guruliterasi.com akan turut serta menginformasikan tentang Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan akan mengadakan program pembelajaran berbasis TIK. Program Pembelajaran Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan kompetensi pedagogik dan profesional guru melalui kegiatan manajemen kepelatihan.

Peserta dan Jeda Waktu Pendaftaran

Peserta yang berhak turut serta dalam kegiatan tersebut adalah guru dari semua jenjang pendidikan yang telah mengajar minimal 1 (satu) tahun sebagai guru mata pelajaran atau guru kelas. Proses Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019 dilakukan oleh peserta melalui laman: http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ mulai tanggal 18 Maret 2019 sampai dengan 18 April 2019 dan dalam proses pendaftaran ini tidak dipungut biaya sama sekali.

Pelaksanaan Seleksi

Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019
Tahap pelaksanan seleksi kegiatan program pembelajaran berbasis teknologi, informasi dan komunikasi dikemas dalam bentuk kegiatan bimbingan teknis yang terbagi mejadi 4 tahap tingkatan atau level:
  1. Literasi.
  2. Implementasi.
  3. Kreasi, dan
  4. Berbagi.
Untuk kegiatan bimbingan teknis tahap/level 1 (Literasi)  dilaksanakan pada 18 Maret sampai dengan 18 April 2019 dan tahap/level 2 (Implementasi) dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2019, kesemua tahapan untuk level 1 dan 2 diselenggarakan secara daring (dalam jejaring). Pelaksanaan daring ini dilaksanakan dalam bentuk online dan untuk kegiatan di setiap levelnya bersifat penyisihan. Dalam penyisihan daring, masing-masing peserta akan melaksanakan ujian berupa tes di setiap akhir pada masing-masing level. Bagi yang lolos akan melanjutkan ke tahap selanjutnya, begitu juga seterusnya untuk tahap 3 dan 4.

Untuk tahap/level 3 (Kreasi) dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2019 dan untuk tahap/level 4 (Berbagi) dilaksanakan pada bulan September 2019, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk tatap muka dan bagi peserta terbaik level 3 di masing-masing Provinsi akan di kukuhkan menjadi Duta Rumah Belajar 2019.

Bagi peserta yang lolos di tiap-tiap level tersebut diatas, berhak mendapatkan sertifikat, laptop, dan bahkan hadiah menarik lainnya.

Surat Edaran Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019

Simak selengkapnya mengenai Surat Edaran Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019 melalui Surat Edaran berikut:
Unduh Surat Edaran Pendaftaran Program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2019, dan bagi yang merasa belum memiliki akun, silahkan klik tautan regristasi berikut: http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/registration, lalu kemudian ikuti tahapan yang ada pada tiap-tiap kolom yang disediakan

Inovasi dan kompetensi tiada henti menuju guru profesional.
Share:

March 11, 2019

Buku Guru K13 Kelas 1 Semester 1

Tentang Buku Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I

Pada Buku Guru Tematik Terpadu Kelas 1 Semester 1 ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan terhadap Buku Siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas. Buku Guru Tematik Terpadu Kelas I Semester 1 disusun untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu.

Jaringan Tema Buku Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I

Jaringan tema pada Buku Tematik Terpadu Kelas I Semester 1 memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi empat subtema dengan kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran, sehingga ruang lingkup yang ada pada materi pembelajaran memberikan gambaran tentang kegiatan dan kemampuan yang dikembangkan dalam satu subtema.


Langkah Kegiatan Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran tematik terpadu terdiri dari Kegiatan Pembuka, Kegiatan Inti, dan Kegiatan Penutup yang disusun untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir. Pengalaman belajar yang dialami peserta didik bermakna membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas, dan pribadi reflektif.

Cakupan Buku Guru Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas I

Pada Buku Guru Tematik Terpadu Kelas I Semester 1 mencakup berbagai teknik penilaian siswa. Sebagai bahan Informasi lanjutan yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan bagi peserta didik yang belum menguasai Buku Guru Tematik Terpadu Kelas 1 Semester 1 memuat petunjuk penggunaan Buku Siswa, dimana pada aspek kegiatan pembelajaran di buku ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi.

Buku Guru K13 Kelas 1 Semester 1

Pada Semester 1 Buku Guru Tematik Terpadu Kelas I terdapat 4 tema yang terbagi sebagaimana berikut:
  1. Tema 1 Diriku
  2. Tema 2 Kegemaranku
  3. Tema 3 Kegiatanku
  4. Tema 4 Keluargaku

Unduh Buku Guru K13 Kelas 1 Semester 1

Buku Guru K13 Kelas 1 Semester 1
Sebagai arsip, Bapak atau Ibu Guru Kelas 1 dapat mengunduh Buku Guru Tematik Terpadu Kelas 1 Semester 1 pada link unduhan di bawah ini:
  1. Unduh: Tema 1 Diriku
  2. Unduh: Tema 2 Kegemaranku
  3. Unduh: Tema 3 Kegiatanku
  4. Unduh: Tema 4 Keluargaku

Share:

March 6, 2019

Dulu, Ketika Saya

Pagi ini, saya tertarik untuk menuliskan judul tulisan saya pribadi “Dulu, ketika saya”, meski sebuah argumentasi pribadi dan cuma akal-akalan semata saja. Yaa ... anggap saja hanya omong kosong sebuah pembicaraan di sela-sela waktu senggang ketika membaca atau melihat sebuah berita dilayar kaca televisi.

Mohon maaf sebelumnya, ini hanya sebuah tulisan yang saya unggah tanpa memunculkan ketersinggungan dan menjadikan runyam, namun merupakan sebuah alur atau kisah seseorang yang pernah mengalami secara pribadi dan menjadi pelajaran bagi orang lain atas apa yang diceritakan.

Mungkin kita sering mendengar kata ”Dulu, ketika saya” terdengar di telinga kita, ketika sedang berkumpul atau sedang bercakap-cakap dengan dua atau tiga orang bahkan lebih dengan hiruk pikuk permasalahan dengan kondisi masing-masing suasana yang berbeda-beda tatkala sedang berkumpul dan menceritakan diri pribadi dengan orang lain sebagai bentuk narasi.

Dulu, Ketika Saya
Sebuah argumentasi awal sebagai penanda waktu dengan masa tertentu yang dapat dipersingkat dengan ungkapan tertentu sehingga penerimaan persepsi yang diterima lawan bicara seiring intonasi dan mimik bicara menjadikan kita mengerti akan apa yang dibicarakan, baik buruknya persepsi yang diterima juga beragam tentunya, tergantung suasana hati dan apa yang sedang dibicarakan.

Menggugah persepsi. Mungkin menjadikan kita marah, menjadi lebih tahu, ingin merasa dihormati, dan mungkin berbagi sebuah pengalaman pribadi ketika seseorang berada dimana dan bagaimana akan kisah perjalanan seseorang yang pernah dialaminya.
“Dulu, ketika saya menjadi”
“Dulu, ketika saya berada”
“Dulu, ketika saya menjabat”
“Dulu, ketika saya sedang”
Dan masih banyak yang lainya.

Penceritaan kisah seseorang atau diri pribadi menjadi sebuah makna tersendiri dan menjadi pembeda tergantung apa yang dibicarakan. Sebuah kronologis akan narasi awal seseorang diceritakan sebagai ungkapan seseorang kepada orang lain lantas menjadi sebuah persepsi yang berbeda-beda.

Makna yang masuk dalam hati seseorang akan memunculkan barbagai macam bentuk persepsi, dan persepsi inilah yang bisa menjadi pelajaran orang lain sehingga ungkapan lain akan muncul di benak seseorang yang diajak bicara menjadi “Kalau Saya ...” Bahan informasi yang dapat diambil sebagai pelajaran bagi orang lain dimasa yang akan datang.

Sebuah kisah perjalanan
Wallahu A'lam Bishawab 
Share:

March 4, 2019

Permendikbud No 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan

Pencegahan merupakan sebuah cara atau proses tindakan yang dilakukan agar seseorang atau sekelompok orang agar tidak melakukan tindak kekerasan baik di lingkungan sekitar utamanya dan pada khususnya di satuan pendidikan maupun antar satuan pendidikan sehingga dapat mengarah kepada suatu tindak kriminal dan menimbulkan ketakutan, trauma, kerusakan barang, luka atau cidera, cacat, bahkan kematian bagi peserta didik.

Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam menciptakan kondisi proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah, sehingga semua warga sekolah dapat terhindar dari unsur atau tindakan kekerasan sehingga sekolah pada masing-masing satuan pendidikan dapat menumbuhkan kehidupan pergaulan yang harmonis dan kebersamaan antar peserta didik atau antara peserta didik dengan pendidik, tenaga kependidikan, dan orangtua serta masyarakat baik dalam satu satuan pendidikan maupun antar satuan pendidikan.

Tujuan Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dalam Permendikbud No 82 Tahun 2015, antara lain:
  1. Melindungi seluruh peserta didik dari tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan maupun dalam kegiatan sekolah atau ketika di luar lingkungan satuan pendidikan
  2. Mencegah seluruh peserta didik melakukan tindakan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan maupun dalam kegiatan sekolah atau ketika di luar lingkungan satuan pendidikan dan
  3. Sekolah perlu membuat kebijakan berupa aturan terkait tentang mekanisme pencegahan, penanggulangan, dan memberikan sanksi terhadap pelaku tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku.
Khusus pada jenjang satuan pendidikan, Pencegahan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dilakukan oleh peserta didik, orangtua atau wali peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, komite sekolah, masyarakat, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dan Pemerintah sesuai dengan kewenangannya.

Perlunya dibentuk sebuah tim atau panitia untuk menanggulangi atau mencegah itu semua agar tindakan kriminal dapat diminimalisir.

Tim pencegahan tindak kekerasan dibentuk dengan keputusan kepala sekolah yang terdiri dari:
  1. Kepala sekolah;
  2. Perwakilan guru;
  3. Perwakilan siswa; dan
  4. Perwakilan orang tua/wali.
Tim yang sudah dibentuk wajib memasang papan layanan pengaduan tindak kekerasan pada serambi satuan pendidikan yang mudah diakses oleh peserta didik, orang tua atau wali, guru atau tenaga kependidikan, dan masyarakat.

UnduhPermendikbud No 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Share:

March 2, 2019

Skema P4 Kegiatan PPDB SD 2019

GuruLiterasi.COM - Tinggal beberapa bulan lagi pada pertengahan tahun 2019, sudah tentu kegiatan rutin akan segera dilaksanakan oleh setiap lembaga di tiap-tiap jenjang pendidikan, yakni Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan segera dilaksanakan oleh masing-masing sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.

Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018

Sebagai bahan rujukan, dengan terbitnya Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah umum dan sekolah menengah kejuruan, sudah tentu masing-masing sekolah akan melakukan Persiapan PPDB 2019 sebagai bentuk berakhirnya tahun ajaran 2018/2019 dan sebagai persiapan awal tahun ajaran baru 2019/2020.

Perlu kita ketahui bersama bahwa PPDB dilakukan berdasarkan: a). Nondiskriminatif; b). Objektif; c). Transparan; e). Akuntabel; dan f). Berkeadilan. Untuk kegiatan PPDB didasarkan pada diskriminatif dikecualikan bagi sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

Sebagaimana rujukan diatas sebelumnya pada permendikbud nomor 51 tahun 2018, maka Admin akan membuat skema atau alur PPDB yang dapat dijadikan bahan rujukan dalam sistem penataan tata administrasi lembaga yang mungkin bisa dijadikan bahan referensi pelaksanaan penerimaan peserta didik baru, yaitu dengan menggunakan Skema P4 Kegiatan PPDB SD 2019.

Bagaimana penataan administrasi PPDB yang dapat dijadikan bahan referensi?

Simak selengkapnya yang akan Admin sampaikan dan semoga dapat dijadikan sarana informasi yang mendukung dalam pelaksanan sistem penataan administrasi di sekolah.

Skema P4 Kegiatan PPDB SD 2019
(Perencanaan, Persiapan, Pelaksanaan, Pelaporan)

Perencanaan
Skema P4 Kegiatan PPDB SD 2019Sebelum melaksanakan proses serangkaian kegiatan PPDB, sudah tentu masing-masing lembaga akan melakukan perencanaan. Perencanaan yang paling utama adalah melaksanakan rapat kegiatan sebagai bentuk awal mekanisme kegiatan.
Serangkaian perencanaan meliputi:
  1. Undangan rapat.
  2. Berita acara rapat.
  3. Daftar hadir rapat.
  4. Notulen rapat.
  5. Keputusan rapat (SK PPDB Sekolah).
  6. Daftar Hadir Piket PPDB.
Persiapan
Sekolah dalam mempersiapkan PPDB maka sudah tentu akan memasang spanduk berupa Banner yang dipampangkan di depan sekolah, biasanya memuat tanggal mulai dan selesai PPDB tersebut.
Persiapan formulir PPDB dengan memperbanyak Format S-1.

Pelaksanaan
Selama kegiatan penerimaan peserta didik berlangsung, guru atau tim PPDB memberikan arahan kepada wali murid tentang persiapan yang nantinya akan dan kapan dilaksanakan serta pembagian jadwal kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pelaporan
Dalam tahap ini, segala ketentuan biaya baik mulai awal hingga akhir kegiatan PPDB maupun PLSBSB dianggarkan pada beban anggaran yang sesuai dengan ketentuan juknis.


Unduh Berkas Administrasi PPDB

Berikut berkas-berkas administrasi yang mungkin dapat di unduh dan dijadikan bahan referensi dalam mempersiapkan segala bentuk administrasi dalam kegiatan PPDB.
  1. Cover PPDB.
  2. Undangan Rapat PPDB dan PLS.
  3. Berita Acara Rapat PPDB dan PLS.
  4. Daftar Hadir Rapat PPDB dan PLS.
  5. Notulen Rapat PPDB dan PLS.
  6. SK TIM PPDB.
  7. Daftar Hadir Piket PPDB.
  8. Berita Acara Penerimaan PPDB.
  9. Format S-1 Formulir PPDB.
  10. Format S-2 Daftar Calon Siswa Baru Kelas 1.
  11. Format S-3 Daftar Calon Siswa Baru.
  12. Format S-6 Jumlah Siswa Menurut Kelas.
  13. Format S-7 Jumlah Siswa Menurut Usia.
  14. SK dan Rencana Kegiatan PLS.
  15. Laporan Kegiatan PPDB dan PLS.
Berikut bahan referensi yang dapat dilihat melalui pdf.

Semoga bermanfaat.
Share:

Kabar Terkini

Aplikasi Dapodikdasmen V 2020 Siap Rilis Awal Agustus 2019

Contact Form

Name

Email *

Message *

hosting indonesia